prosedur utamaOperasi Robotik

Di International Orthopedic Clinic (IOC) salah satu perawatan paling canggih yang kami tawarkan adalah Operasi Robotik, yang melibatkan penggunaan teknologi terbaru untuk menggantikan sebagian atau seluruh sendi pinggul dan lutut Anda. Dr Alan Cheung adalah ahli dalam Bedah Robotik dan dengan bangga menyediakan layanan ini untuk Anda dan keluarga Anda.

Apa itu Robot?
Robot adalah mesin yang dapat melakukan serangkaian tindakan kompleks. Ada beberapa jenis robot dalam layanan kesehatan:
  • Otonomi: diprogram untuk menjalankan tugas yang ditetapkan tanpa campur tangan manusia
  • Semi-otonom: membutuhkan input dari operator manusia
  • Haptic: memberikan umpan balik indera kepada operator manusia

Robot dalam Penggantian Sendi Ortopedi
Ratusan ribu penggantian sendi dilakukan di seluruh dunia setiap tahun untuk mengganti tulang rawan pada lutut dan pinggul. Setiap implan dirancang untuk mereplikasi gerakan sendi dengan cara tertentu, dan dilakukan proses penyelarasan dan rotasi tertentu untuk membuatnya berfungsi seefisien mungkin.

Manusia, bahkan ahli bedah ortopedi, rentan terhadap berbagai tingkat kesalahan, tergantung pada tingkat pengalaman dan keterampilan. Bedah robotik bertujuan untuk menghilangkan kesalahan bedah dengan memberikan tingkat akurasi dan reproduktifitas hasil yang lebih tinggi. Dr Alan Cheung adalah salah satu dari sedikit Ahli Bedah di Asia yang menjadi ahli dalam beberapa metode robotik yang saat ini tersedia untuk penggantian sendi:

1. SISTEM MAKOPLASTI
Dr Alan Cheung memiliki sertifikat dalam penggunaan Makoplasty Robot dari Homer Stryker Center di Mahwah, New Jersey, AS.

The Makoplasty System (Stryker) digunakan untuk melakukan penggantian pinggul total dan parsial dan operasi lutut total. Mako Technology dirancang untuk membantu ahli bedah memberikan pengalaman bedah kepada pasien yang dipersonalisasi berdasarkan diagnosa dan anatomi spesifik pasien.

Perlu diketahui bahwa sistem Mako tidak benar-benar melakukan operasi. Bedah tetap dilakukan oleh Dr Cheung yang menggunakan perangkat lunak Sistem Mako untuk merencanakan operasi Anda.

Prosesnya dimulai dengan pemindaian sendi Anda dengan CT scan yang digunakan untuk menghasilkan model virtual 3D anatomi unik Anda. Model virtual ini dimuat ke dalam perangkat lunak sistem Mako dan digunakan untuk membuat rencana pra-operasi yang dipersonalisasi.

Implan dapat diposisikan menurut Dr Cheung paling cocok untuk Anda di peta 3D.1 Dia kemudian menggunakan lengan robot untuk memfilter daerah tulang dibutuhkan. Umpan balik haptic (sentuhan), serta isyarat visual dan auditori, diberikan untuk mencegah proses menyimpang hingga keluar area yang direncanakan.

Jika dibandingkan dengan teknik pembedahan standar, pembedahan dengan bantuan robot dianggap memiliki kelebihan:
  • Akurasi bedah lebih tinggi
  • Reproduksibilitas
  • Mengoptimalisasi posisi komponen
  • Peningkatan proses kesembuhan pasien dalam prosedur penggantian sendi2

Hasil awal sejauh ini sangat menjanjikan.3 Dalam sebuah penelitian dari berbagai pusat penelitian, 909 lutut menjalani penggantian lutut parsial menggunakan operasi yang dibantu robot. Tingkat keberhasilan penggantian lutut hingga 98,8% dalam 2,5 tahun, dengan 92% pasien sangat puas atau puas dengan fungsi lutut mereka.4

2. Navio System
Dr Alan Cheung menjalani sertifikasi Navio System (Smith and Nephew) di Rumah Sakit Scripps Mercy di San Diego, California AS.

Sistem Navio menggunakan lengan robotic untuk membantu penggantian lutut parsial dan total. Perbedaannya sistem ini adalah tidak dilakukan CT scan pra-operasi. Sebagai gantinya, ahli bedah menentukan sejumlah titik pada tulang permukaan sendi untuk dioperasi, membuat gambar 3D intra-operatif dari sendi lutut. Metode ini memungkinkan 'real time imaging' selama operasi.

Lengan Navio digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan pasien secara khusus. Meskipun peralatan Navio lebih kecil dan lebih portabel daripada mesin Makoplasty, namun mesin ini tidak memberikan umpan balik (sentuhan), karena itu ahli bedah harus benar-benar akurat menentukan titik-titik intraoperatif, karena tidak ada model virtual 3D dari CT scan.

Hasil awal dari sistem Navio cukup menjanjikan. Sebuah penelitian di Perancis melaporkan hasil penggantian lutut unicompartmental (UKR) yang dilakukan pada 80 pasien dengan sistem Navio.5 Pasien-pasien ini dicocokkan dengan 80 pasien yang menjalani UKR menggunakan prosthesis yang sama, diimplan dengan menggunakan teknik non-robot. Pada sekitar 2 tahun, pasien dengan operasi yang dibantu Navio System memiliki keselarasan anggota tubuh yang lebih baik dan tingkat revisi yang lebih rendah. Keakuratan penentuan posisi implan meningkat karena sistem bantuan Navio System.

3. Robodoc System
Dr Alan Cheung menjalani sertifikasi Robodoc System di Rumah Sakit Mirae di Busan, Korea Selatan.

Sistem Robodoc pertama kali digunakan pada tahun 1992 untuk kasus penggantian pinggul total di Amerika Serikat. Ini bergantung pada proses CT scan pra-operasi untuk membuat perencaan 3D, kemudian ahli bedah menggunakannya untuk memetakan daerah sendi selama operasi. Perbedaan antara Robodoc dan sistem lainnya adalah bahwa tindakan robot sepenuhnya otonom.

Setelah Dr Cheung memandu lengan pemotong robot ke permukaan tulang, mesin Robodoc akan secara otomatis robot memotong tulang berdasarkan program. Dr Cheung memegang kendali setiap saat dan dapat menghentikan prosedur kapan saja jika diperlukan. Dia kemudian secara manual melakukan implan penggantian sendi seperti biasa.

Ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa Robodoc System memiliki beberapa keuntungan dalam melakukan penggantian lutut total6 dan penggantian pinggul total7.

KESIMPULAN
Meskipun hasil yang sangat baik dapat dicapai dengan menggunakan teknik penggantian sendi konvensional, Dr Cheung percaya bahwa bedah robotik dapat memberikan peningkatan akurasi, perencanaan pra-operasi yang lebih baik, dan hasil yang dapat diandalkan dan dapat dikembangkan, khususnya dalam kasus yang sulit secara teknis dan kasus revisi.

References
  1. Roche M at al. Robotic-assisted unicompartmental knee arthroplasty: the MAKO experience. Orthop Clin North Am.2015 Jan;46(1):125-31.
  2. Werner SD et al. Makoplasty and the accuracy and efficacy of robotic-assisted arthroplasty. Surg Technol Int. 2014 Mar;24:302-6.
  3. Deese JM et al. Patient reported and clinical outcomes of robotic-arm assisted unicondylar knee arthroplasty: Minimum two year follow-up. J Orthop. 2018 Aug 16;15(3):847-853.
  4. Pearle AD et al. Survivorship and patient satisfaction of robotic-assisted medial unicompartmental knee arthroplasty at a minimum two-year follow-up. Knee. 2017 Mar;24(2):419-428.
  5. Batailler C et al. Improved implant position and lower revision rate with robotic-assisted unicompartmental knee arthroplasty. Knee Surg Sports Traumatol Arthrosc. 2018 Jul 31
  6. Liow MH et al. Early experiences with robot-assisted total knee arthroplasty using the DigiMatch™ ROBODOC® surgical system. Singapore Med J.2014 Oct;55(10):529-34.
  7. Nakamura N et al. A comparison between robotic-assisted and manual implantation of cementless total hip arthroplasty. Clin Orthop Relat Res. 2010;468(4):1072-1081.
Catatan Penting

Hasil individual penggantian sendi bervariasi. Tindaka medis implan dimaksudkan untuk meredakan nyeri lutut dan meningkatkan fungsi, tetapi mungkin tidak menghasilkan kondisi atau fungsi yang sama seperti lutut asli Anda. Ada resiko potensial dengan operasi penggantian sendi seperti melonggar, aus, dan infeksi yang dapat mengakibatkan perlunya operasi tambahan. Pasien tidak boleh melakukan aktivitas resiko tinggi seperti berlari dan melompat kecuali ahli bedah mereka memberi tahu mereka bahwa tulang telah sembuh sehingga aktivitas tertentu dapat dilakukan. Kegagalan, kerusakan, atau longgarnya perangkat lebih awal dapat terjadi jika batasan aktivitas yang disarankan tidak diikuti.

Peringatan

Hasil perawatan tiap individual bervariasi. Ada resiko dalam prosedur bedah apa pun. Penggantian sendi dan bedah robotik tidak sesuai untuk semua orang. Anak-anak, wanita hamil, pasien yang memiliki gangguan mental atau neuromuskuler yaitu kondisi tidak dapat mengkontrol sendi lutut, infeksi aktif, dan pasien obesitas yang rentan sebaiknya tidak menjalani penggantian sendi/ prosedur robotik. Silakan berkonsultasi dengan dokter bedah Anda untuk informasi lebih rinci dan tepat untuk anda.

Anda Mengalami Nyeri Dari Cedera ?

Dr Alan Cheung adalah Dokter Bedah Ortopedi dengan spesialisasi cedera akibat olahraga seperti ligamen atau otot robek, cedera tulang rawan pada persendian lutut, pinggang dan bahu. Rekonstruksi Persendian untuk orang dewasa meliputi penggantian lutut menyeluruh atau sebagian dan penggantian pinggul menyeluruh karena osteoarthritis, dan juga operasi dengan robot (sistem Makoplasti, Navio dan Robodoc). Beliau juga berpengalaman menangani trauma (pengobatan patah tulang) dan bedah tumor musculoskeletal (kanker tulang).

Top