ProsedurRekonstruksi ACL

Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament (ACL)

Sebagai Ahli Bedah Olahraga Ortopedi yang berpengalaman, saya telah merawat berbagai atlet - muda dan tua, kelas dunia dan amatir, dengan cedera ACL. Artikel ini akan membantu Anda membuat keputusan mengenai manajemen cedera ACL.

Apa itu Cedera Ligamen Lutut?
Sebagian besar pasien yang saya temui pernah mendengar tentang cedera ligamen lutut, dan tahu banyak atlet yang menderita cedera ligamen lutut, tetapi tidak tahu persis cedera tersebut. ACL adalah singkatan dari Anterior Cruciate Ligament atau ligamen lutut. Ligamen ini adalah salah satu ligamen utama (seperti ikatan otot) di lutut.

ACL berada di tengah lutut dan menempelkan tulang paha (tulang paha) ke tulang kering (tibia). Ligamen ini menahan tulang kering bergeser ke depan dan bergerak berlebihan. Jika ACL Anda terkoyak maka lutut Anda dapat bermasalah dan akan akan mengalami sakit saat melakukan gerakan-gerakan yang membutuhkan perubahan arah yang tiba-tiba, seperti menghindar atau berputar, misalnya gerakan dalam sepak bola, bola basket, bola jaring, rugby atau seni bela diri.

Sebagian besar pasien yang saya lihat dengan cedera ligamen lutut mengalami cedera bukan karena benturan tapi terjadi ketika mereka membalikkan arah badan secara tiba-tiba saat latihan atau pertandingan. Dalam sepakbola, ini bisa terjadi ketika mereka memberikan tekanan berlebihan pada kaki mereka saat melakukan tendangan umpan.

Untuk atlet wanita yang membaca tulisan ini, Anda beresiko lebih besar mendapatkan cedera ligamen lutut, karena perbedaan dalam ukuran dan bentuk kaki anda.

Atlit yang mengalami cedera ligamen lutut, mereka merasakan ‘letusan’ di lutut dan mereka lutut mereka membengkak secara tiba-tiba (karena ligamen yang sobek dan berdarah). Akibatnya mereka mereka tidak dapat berjalan atau melanjutkan permainan karena rasa sakit. Ketika pembengkakan mereda, lutut mereka tidak stabil walau untuk berjalan biasa, dan mereka tidak dapat memainkan olahraga favorit mereka.

Saya selalu mengajukan banyak pertanyaan tentang bagaimana cedera terjadi dan dengan hati-hati memeriksa lutut untuk diagnosa. Pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) dapat dengan cepat mengidentifikasi robekan ligamen lutut dan memastikan bukan cedera lain seperti cedera meniscal.

Atlet-atlet terkenal yang menderita cedera ligamen lutut antara lain Zlatan Ibrahimovich, Ruud Van Nistelrooy, Francesco Totti, Paul Gascoigne, Alan Shearer, Tom Brady, Tiger Woods, Jamal Crawford, dan Derrick Rose. Jadi jika Anda memiliki cedera ligamen lutut, kami menyediakan solusi terbaik. Kabar baiknya adalah bahwa semua atlet tersebut dapat melanjutkan karir bermain mereka dengan sukses setelah rekonstruksi ligamen lutut. Dengan perawatan yang tepat Anda juga bisa pulih!

Bisakah cedera ligamen lutut pulih dengan sendirinya?
Cedera ligamen lutut biasanya tidak bisa sembuh dengan sendirinya karena daerah yang cedera tidak memiliki suplai darah yang baik. Saya ilustrasikan cedera itu seperti tali. Jika benar-benar robek di tengah, sulit untuk tersambung lagi, terutama karena lutut bergerak sepanjang waktu. Namun beberapa atlet dapat kembali ke olahraga jika mereka hanya mengalami cedera lutut parsial, Mereka hanya beraktivitas dengan dampak minimal atau bermain olahraga yang tidak melibatkan gerakan memutar mendadak (misalnya Baseball).

Apakah operasi rekonstruksi ACL satu-satunya pilihan perawatan saya?
Rekonstruksi ligamen lutut ketika bagian yang robek diganti oleh jaringan "cangkok" (biasanya diambil dari dari urat hamstring di belakang paha bagian dalam) untuk memberikan stabilitas pada lutut. Ini adalah opsi perawatan yang disarankan untuk atlet yang memiliki ketidakstabilan setelah robekan ligamen lutut, dan tidak dapat bermain olahraga.

Sebaiknya temui ahli fisioterapi yang baik berdasarkan rekomendasi dokter bedah Anda, dan melakukan rehabilitasi sebelum mempertimbangkan pembedahan. Ini memungkinkan lutut Anda kembali normal, serta memungkinkan tulang kembali pulih. Beberapa dokter juga berpendapat bahwa rekonstruksi ligamen lutut dikaitkan dengan resiko artritis dini yang lebih rendah (proses degeneratif) berdasarkan hasil Xray.1

Pengobatan ligamen lutut atau metode ACL adalah metode paling terbaru untuk beberapa jenis cedera di mana ujung-ujung ligamen yang robek disambungkan kembali ke tulang paha menggunakan perangkat yang disebut pengikat internal (internal brace). Pada umumnya cedera ligamen lutut tidak cocok dengan langsung ditangani langsung dengan operasi karena kebanyakan kasus akan diikuti operasi kedua (1 dari 8 pasien berdasarkan beberapa makalah). Dalam penyembuhan ligamen otot, banyak penelitian tentang penggunaan stemcell atau plasma, teknologi ini masih dalam tahap percobaan dan "standar utama" penanganan cedera ligamen lutut masih bedah rekonstruksi ligamen otot.2

Siapa yang paling diuntungkan dari operasi rekonstruksi ACL?
Saya merekomendasikan rekonstruksi ACL untuk pasien dengan masalah lutut dan:
  • Pasien dewasa aktif yang terlibat dalam olahraga yang memerlukan gerakan pivot atau berputar.
  • Pasien dewasa aktif dengan pekerjaan, terutama aktivitas berat, membutuhkan gerakan pivot atau berputar
  • Pasien yang lebih tua (misalnya di atas 50) yang tidak mengalami proses degeneratif di lutut mereka
  • Anak-anak atau remaja yang mengalami cedera ligamen otot – menggunakan metode yang dimodifikasi untuk mengurangi resiko cedera pada pertumbuhan sendi.
  • Atlet dengan cedera lain yang mirip dengan cedera ligamen lutut seperti PCL (ligamentum posterior cruciate) LCL (lateral collateral ligament), meniskus dan tulang rawan. Khususnya untuk beberapa cedera bantalan meniskus, hasil yang lebih baik dapat diperoleh jika perbaikan dilakukan bersamaan dengan ACL.

Apa saja jenis operasi rekonstruksi ACL di Singapura?
Semua operasi rekonstruksi menggunakan 'cangkokan' atau jaringan yang ditransplantasikan, untuk menggantikan ligamen otot yang robek. Cangkokan ini diambil dari:

  1. Urat Hamstring – Bagian ini mudah diambil selama operasi dengan cara menggunakan sayatan kecil (autograft). Cara lain adalah menggunakan urat dari donor yang digunakan untuk menggantikan ligamen lutut yang cedera (allograft). Atlet yang memiliki persendian yang sangat fleksibel (hyperlaxity), ligamen medial yang sangat lentur (medial collateral ligament) atau urat hamstring yang pendek lebih cocok untuk metode cangkok autograft atau cangkok allograf (di bawah).
  2. Urat patella - Bagian urat patellar pasien berada di sekitar sambungan dari tulang kering dan tempurung lutut bisa digunakan untuk cangkokan. Hasilnya sangat efektif tetapi memiliki resiko nyeri tempurung lutut yang lebih tinggi, terutama ketika berlutut atau resiko retakan tempurung lutut itu. Kemungkinan besar akan ada bekas luka yang cukup besar di bagian depan lutut.
  3. Portal medial vs Transtibial - Ketika rekonstruksi ligamen lutut pertama kali dilakukan, ahli bedah mengebor dan membuat lobang memanjang dari tulang kering ke tulang paha (transtibial). Ini berarti terowongan tulang di tulang paha tidak dibor sesuai dengan lokasi ligamen lutut. Berbeda dengan teknik portal medial, ahli bedah mencoba dan menempatkan lobang bor dan mencangkok tulang sedekat mungkin dengan posisi atanomi ligamen lutut. Beberapa ahli bedah percaya bahwa teknik transtibial dapat mengakibatkan ketidakstabilan rotasi lutut yang lebih tinggi dan tingkat operasi ulang yang lebih tinggi.3
  4. Teknik All-inside / Graftlink - Teknik all-inside menggunakan pengeboran terbalik untuk mengurangi jumlah tulang yang dikeluarkan dari lutut. Ini juga hanya membutuhkan satu hamstring untuk membuat ulang cangkokan. Alasannya adalah bahwa teknik ini operasi kecil dan tidak terlalu menyakitkan daripada metode konvensional.
  5. Bundel tunggal versus bundel ganda - Beberapa ahli bedah mencoba dan membuat ulang dua bundel utama ligamen lutut dengan cara mengebor 4 lubang di tulang lutut. Tidak ada perbedaan besar dalam hal hasil antara rekonstruksi ligamen lutut dengan metode bundel tunggal atau ganda - Anda dapat mencapai hasil yang sangat baik dengan kedua teknik.5
  6. Penanganan Plat Epifisis - Anak kecil atau remaja dengan cedera ligamen lutut memiliki plat epifisis yang masih bertumbuh. Pertumbuhan plat epifisis masih terjadi pada anak perempuan hingga 14 tahun atau anak laki-laki usia 16 tahun. Rekonstruksi ligamen standar dapat melukai plat epifisis dan menyebabkan berhentinya pertumbuhan tulang (menghambat pertumbuhan). Dokter bedah Anda memastikan plat efisis tersebut berkembang terlebih dahulu sampai anak Anda berhenti tumbuh, atau menggunakan teknik khusus untuk menghindari pelat pertumbuhan (plat Epifisis atau plat ekstraphisis)

Kapan waktu terbaik untuk menjalani operasi rekonstruksi ligamen lutut setelah cedera?
Idealnya adalah dalam beberapa minggu setelah cedera.6 Menunda operasi lebih dari 6 bulan setelah cedera mengakibatkan resiko cedera lebih parah pada struktur lutut lain seperti tulang rawan dan meniskus.7,8 Idealnya Anda menjalani fisioterapi untuk mengurangi pembengkakan, melatih kembali berbagai gerakan dan memperkuat paha depan Anda (otot paha depan) sebelum operasi.

Apa yang terjadi selama operasi rekonstruksi ACL?
  • Anda akan dibius total selama operasi.
  • Saya membuat 2 sayatan lubang kecil di bagian depan lutut, dan satu lagi luka kecil di bagian di belakang untuk mengambil otot paha belakang Anda untuk menggantikan ACL Anda. Prosedur ini operasi kecil.
  • Saya kemudian memeriksa lutut secara menyeluruh dengan kamera (arthroscope), dan mengebor terowongan kecil di tulang paha dan tulang kering tempat ACL biasanya berada.
  • Lokasi pengeboran terowongan ini penting untuk mencapai hasil yang baik
  • Saya kemudian memasukkan cangkok hamstring melalui terowongan dan mengencangkannya dengan tombol logam dan sekrup plastik.
  • Seluruh prosedur memakan waktu sekitar satu jam.
  • Anda akan dapat berjalan pada hari yang sama setelah operasi dengan kruk.
  • Di Inggris dan Australia tempat saya mendapatkan pendidikan, sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama dengan hari pembedahan.
Seperti apa proses pemulihan setelah operasi rekonstruksi ACL?
  • Setelah operasi, lutut akan terasa sakit, tetapi Anda akan diberikan obat penghilang rasa sakit yang kuat.
  • Anda akan bisa bangun dan berjalan langsung setelah operasi, dengan kruk.
  • Beberapa pasien cukup sehat untuk pulang pada hari yang sama.
  • Sesegera mungkin memulai fisioterapi setelah operasi
  • Anda menggunakan kruk hingga enam minggu
  • Anda dapat kembali bekerja setelah 2 minggu jika Anda bekerja kantoran.
  • Jika Anda memiliki pekerjaan yang menuntut fisik, akan dibutuhkan waktu lebih lama sebelum Anda dapat kembali.
  • Kembali melakukan olahraga seletelah 6-12 bulan, biasanya 9 bulan.

Beberapa orang pulih dengan cepat, beberapa membutuhkan waktu lebih lama. Untuk seorang atlet profesional, perlu setidaknya satu tahun sebelum mereka kembali ke olahraga pada tingkat yang sama. Jika Anda kembali ke olahraga terlalu cepat, Anda memiliki resiko gagalnya operasi cangkok ACL.

Berapa banyak perbaikan yang dapat Anda harapkan setelah operasi rekonstruksi ACL?
Menurut sebuah penelitian besar yang melibatkan 7556 pasien yang menjalani rekontruksi ACL, mayoritas dapat kembali berolahraga (81%). Dua pertiga dari semua pasien dapat kembali ke kompetisi tingkat pra-cedera mereka, dan 55% mampu kembali ke kompetisi level profesional.

Ringkasan
Jika ACL Anda robek dan tidak stabil, rekonstruksi ACL mungkin merupakan solusi terbaik untuk masalah Anda. Di International Orthopedic Clinic (IOC), kami berdedikasi untuk membantu Anda menemukan jalan kembali menikmati olahraga.

Referensi:
  1. Jomha NM et al. Long-term osteoarthritic changes in anterior cruciate ligament reconstructed knees. Clin Orthop Relat Res. 1999 Jan;(358):188-93.
  2. Mahapatra P et al. Anterior cruciate ligament repair – past, present and future J Exp Orthop. 2018 Dec; 5: 20.
  3. Duffee A et al. Transtibial ACL femoral tunnel preparation increases odds of repeat ipsilateral knee surgery. J Bone Joint Surg Am. 2013 Nov 20;95(22):2035-42
  4. Sprowls GR, Robin BN. The Quad Link Technique for an All-Soft-Tissue Quadriceps Graft in Minimally Invasive, All-Inside Anterior Cruciate Ligament Reconstruction. Arthrosc Tech. 2018 Jul 16;7(8):e845-e852.
  5. Mayr HO et al. Single-Bundle Versus Double-Bundle Anterior Cruciate Ligament Reconstruction-5-Year Results. Arthroscopy. 2018 Sep;34(9):2647-2653.
  6. Manandhar RR et al. Functional outcome of an early anterior cruciate ligament reconstruction in comparison to delayed: Are we waiting in vain? J Clin Orthop Trauma. 2018 Apr-Jun;9(2):163-166.
  7. Kay J et al. Earlier anterior cruciate ligament reconstruction is associated with a decreased risk of medial meniscal and articular cartilage damage in children and adolescents: a systematic review and meta-analysis. Knee Surg Sports Traumatol Arthrosc. 2018 Jun 6
  8. Taketomi S et al. Surgical timing of anterior cruciate ligament reconstruction to prevent associated meniscal and cartilage lesions. J Orthop Sci. 2018 May;23(3):546-551
  9. Ardern CL et al. Fifty-five per cent return to competitive sport following anterior cruciate ligament reconstruction surgery: an updated systematic review and meta-analysis including aspects of physical functioning and contextual factors. Br J Sports Med 2014; 48:1543.
Anda Mengalami Nyeri Dari Cedera ?

Dr Alan Cheung adalah Dokter Bedah Ortopedi dengan spesialisasi cedera akibat olahraga seperti ligamen atau otot robek, cedera tulang rawan pada persendian lutut, pinggang dan bahu. Rekonstruksi Persendian untuk orang dewasa meliputi penggantian lutut menyeluruh atau sebagian dan penggantian pinggul menyeluruh karena osteoarthritis, dan juga operasi dengan robot (sistem Makoplasti, Navio dan Robodoc). Beliau juga berpengalaman menangani trauma (pengobatan patah tulang) dan bedah tumor musculoskeletal (kanker tulang).

Top