Prosedur

Operasi Cedera Olahraga

Dr Alan Cheung

Dr Alan Cheung

Dokter Konsultan Ortopedi Senior di Singapura

MBBS (London), MRCS (England), FRCS (Trauma and Orthopaedics, England), Diploma Kedokteran Olahraga dan Olahraga (UK), Fellow of the European Board of Orthopaedics and Traumatology, American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS)

Kondisi Yang Membutuhkan Operasi

Cedera olahraga tertentu memerlukan tindakan pembedahan untuk memulihkan fungsi dan mencegah komplikasi jangka panjang. Ini termasuk:

  • Cedera Meniskal: Menisci adalah bantalan penyerap goncangan yang berada di antara tulang paha dan tulang kering Anda. Gerakan memutar selama olahraga dapat merobek meniskus dan menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, yang mengakibatkan terbatasnya gerakan lutut. Dalam keadaan ini Anda dapat mempertimbangkan perawatan atau penanganan cedera meniscus.
  • Anterior Cruciate Ligament Tear (ACL) / Cedera Ligamen Lutut: ACL adalah struktur seperti tali yang mencegah tulang kering keluar dari posisinya saat tubugg melakukan gerakan berputar dan menghindar. Jika Anda memiliki ACL yang sobek, dan cedera tersebut sudah membuat anda tidak bisa melakukan olahraga yang anda senangi, Anda bisa pertimbangkan prosedur rekonstruksi ACL.
  • Cedera Rotator Cuff: Rotator cuff adalah sekelompok otot yang membantu pergerakan sendi bahu Anda. Robekan otot rotator cuff mungkin sangat menyakitkan dan membuat anda tidak mampu mengangkat lengan ke atas atau ke belakang. Anda kesulitan melakukan kegiatan sederhana seperti berpakaian atau mencuci, dan berolahraga adalah hal yang mustahil.
  • Cedera Tulang Rawan: Tulang rawan adalah lapisan sendi besar seperti pinggul, lutut, dan bahu yang memungkinkan gerakan halus selama aktivitas sehari-hari dan olahraga. Jatuh atau cedera dapat melukai tulang rawan Anda. Tulang rawan tidak memiliki suplai darah yang baik sehingga proses pemulihan tidak akan sempurna. Kegagalan untuk mengobati cedera tulang rawan dapat menyebabkan osteoarthritis di kemudian hari. Jika rasa sakit tetap ada meskipun dengan metode non-bedah, Anda dapat melakukan prosedur operasi lubang kunci yang disebut mikrofraktur di mana lubang kecil dibor ke dalam tulang untuk memungkinkan penyembuhan tulang rawan terjadi.
  • Urat Achilles sobek: Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Kemampuan untuk memberi daya tolak pada gerakan kaki (plantarflexion) selama berjalan, berlari dan melompat adalah fungsi penting otot ini. Robekan otot achilles dapat terjadi secara spontan saat berolahraga dan dapat merasakan sensasi tarikan ke belakang kaki. Anda akan mengalami kesulitan berjalan dengan benar. Dokter Anda akan mendiagnosis cedera dengan metode klinis bisa jadi dengan metode USG. Anda bisa melakukan perawatan otot achilles jika jenis olahraga Anda seperti berlari dan melompat.
Sports Injuries That May Not Require Surgery

Kondisi Umum Yang Tidak Memerlukan Operasi

Tidak semua cedera olahraga memerlukan perawatan bedah. Beberapa cedera dapat sembuh dengan penanganan konservatif, termasuk:

  • Runner’s Knee (Patellofemoral Pain Syndrome) – Runner's Knee atau Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) adalah iritasi tulang rawan di bawah tempurung lutut yang mengakibatkan rasa sakit di bagian depan lutut. Ini biasanya terjadi setelah berjalan lama, duduk dalam waktu lama, atau saat menuruni bukit atau tangga. Faktor resiko termasuk over-pronasi (melipat kaki ke terlalu lama), dan otot paha yang lemah.
  • Achilles Tendonitis – Urat Achilles menghubungkan otot gastrocnemius (2 otot besar di belakang betis) ke tumit. Tekanan berlebih dan berulang dapat menyebabkan peradangan pada urat (tendonitis). Peningkatan intensitas latihan dan durasi yang cepat dengan kondisi otot betis yang lemah merupakan faktor penyebab peradangan urat achilles.
  • Iliotibial Band Syndrome (ITBS) – Pita jaringan iliotibial berada di bagian sisi paha luar, menyebar dari pinggul ke lutut. Berlari menyebabkan iliotibial band bergesekan di bagian luar tulang paha dan di bagian lutut sehingga menyebabkan rasa sakit. Faktor penyebab lain antara lain over-pronasi kaki, pinggul dan abduktor dan otot gluteal yang lemah.
  • Plantar Fasiitis – Plantar fascia adalah pita jaringan tebal di telapak kaki Anda, yang menghubungkan tumit Anda dengan jari kaki. Cedera minor di plantar fascia menyebabkan rasa sakit di sepanjang tumit dan di kaki Anda, terutama di pagi hari. Pelari dengan pronasi atau supinasi berlebihan (menggulung kaki ke dalam / ke luar), melengkungkan telapak kaki secara abnormal, dan peningkatan jarak tempuh olahraga yang terlalu cepat meningkatkan resiko cedera. Waktu pemulihan dengan istirahat total bisa memakan waktu 3 bulan hingga satu tahun.
  • Cedera Hamstring – Urat hamstring terletak di bagian belakang paha, dan membantu menekuk lutut. Nyeri hamstring dapat terjadi ketika otot lemah, atau otot paha depan yang lebih kuat. Jenis cedera hamstring meliputi keseleo yang membutuhkan beberapa hari istirahat untuk pulih, hingga sobekan urat yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih.
  • Shinsplints – Shinsplints atau medial tibial stress syndrome mengacu pada rasa sakit di sepanjang batas dalam tulang shin Anda, tempat otot menempel. Cedera ini biasanya terjadi pada pelari pemula dan berlari dengan intensitas tinggi dan kecepatan tinggi, atau jenis sepatu yang salah.
  • Kram – Ini terjadi melalui ketegangan berulang pada tulang dan umumnya terjadi pada tulang kering, kaki dan tumit. Overtraining adalah penyebab utama. Penyebab lainnya antara lain kekurangan vitamin D dan defisiensi nutrisi, kepadatan tulang yang rendah, dan asupan kalori yang rendah.

Mengapa Memilih IOC untuk Bedah Olahraga?

Seperti para pasiennya, Dr Alan Cheung adalah olahragawan aktif, berpartisipasi dalam atletik dan rugby pada masa perguruan tinggi, dan kini aktif dalam martial art (klub Evolve MMA Singapura). Beliau juga suka golf, ski, dan bersepeda. Beliau adalah dokto resmi untuk kejuaraan olahraga acara internasional seperti HSBC Sevens dan SuperRugby. Dia adalah anggota the Faculty of Sports and Exercise Medicine, UK.

Siapa saja yang kami tangani? - Semua orang

Di International Orthopedic Clinic (IOC), kami menolong banyak atlet dari segala usia dan kemampuan dari berbagai jenis olahraga. Termasuk pemain sepak bola amatir, peserta kejuaraan Ironman tahun 60-an, anggota tim nasional, dan juara dunia seni bela diri. Filosofi kami adalah memberi Anda perawatan terbaik untuk agar Anda kembali berolahraga sesegera mungkin (dan seaman mungkin). Kami juga memahami bahwa tidak semua orang membutuhkan pembedahan dan dapat pulih hanya dengan fisioterapi.

Untuk penilaian menyeluruh mengenai cedera olahraga Anda serta rekomendasi perawatan yang sesuai, silakan hubungi International Orthopedic Clinic (IOC) hari ini.

Fisioterapi Khusus Olahraga

Kami memahami bahwa setiap atlet berbeda dalam hal ukuran tubuh mereka, bentuk dan bagaimana fungsi tubuh mereka. Setiap jenis olahraga menuntut kebutuhan unik dari spesifik bagian anggota tubuh. Inilah sebabnya mengapa IOC bermitra dengan ahli fisioterapi khusus olahraga yang ahli dalam bidang olahraga tertentu. Hal ini memungkinkan pasien untuk memahami cedera yang dialami dan proses pemulihannya, pasien juga didampingi ahli yang memahami olahraga yang ditekuni pasien dan paham bagaimana proses penyembuhannya.

Jenis cedera apa yang terlihat dan apakah saya perlu operasi?

Semua jenis cedera muskuloskeletal dapat ditangani di IOC. Mulai dari terkilir hingga tendon atau ligament robek partial dapat ditangani tanpa operasi, hingga cedera otot serius, patah tulang dan sendi yang aus atau terkilir yang memerlukan pembedahan.

Pemeriksaan yang cermat akan dilakukan, dan Anda kemungkinan akan memerlukan pemindaian seperti XR dan / atau MRI di daerah cedera. Dalam kebanyakan kasus, manajemen non-operatif akan diujicobakan yang melibatkan fisioterapi spesialis olahraga, obat penghilang rasa sakit. Suntikan steroid juga bisa membantu.

HUBUNGI
Hubungi Kami Hari Ini

Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan kami, atau untuk membuat janji, silakan hubungi kami. Kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin.

HUBUNGI KAMI
+65 6253 7111
WHATSAPP KAMI
+65 8838 7111
Sport Injuries Faqs

FAQ’s Tentang Bedah Olahraga

Itu tergantung pada jenis operasi yang Anda miliki. Luka membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk sembuh dan mungkin ada pembengkakan di sekitar sendi selama beberapa minggu. Anda akan memulai fisioterapi segera mungkin setelah operasi. Untuk kembali berolahraga dapat memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tergantung pada prosedurnya. Sebagian besar dapat kembali bekerja setelah 2-6 minggu, tergantung pada pekerjaan mereka.
Dokter Bedah Olahraga Kami di Singapura
Dr Alan Cheung

Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi | Direktur Klinik Ortopedi Internasional (IOC)

MBBS (London)
MRCS (Royal College of Surgeons of England)
FRCS (Trauma dan Ortopedi)
Diploma Kedokteran Olahraga dan Olahraga
(Faculty of Sport and Exercise Medicine UK)

Dr Alan Cheung adalah Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi dengan fokus pada pengobatan cedera olahraga, rekonstruksi sendi orang dewasa dan bedah robotik (Makoplasty, Navio & Robodoc). Sebagai olahragawan yang terlibat aktif dalam kancah olahraga, Dr Cheung sangat berempati dengan kebutuhan atlet. Sebagai spesialis ortopedi tepercaya, Dr Cheung telah menerbitkan tulisan ilmiah di berbagai jurnal peer-review dan telah mempresentasikan di berbagai konferensi internasional.

  • Fellowship dalam Joint Reconstruction & Musculoskeletal Oncology
  • Anggota European Board of Orthopaedics & Traumatology
  • Anggota Asia Pacific Knee Arthroscopy and Sports Medicine Society
  • American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS)
Layanan

Cedera Olahraga
Lutut
Pinggul
Bahu
Kaki & Pergelangan Kaki

Klinik Kami

Mt Elizabeth Novena #05-24, 38 Irrawaddy Road, Singapore 329563 Lihat di Google Maps

Farrer Park Hospital Connexion, #08-20, 1 Farrer Park Station Road, Singapore 217562 Lihat di Google Maps

Jam Operasional

Senin - Jumat : 9.00 pagi – 5.00 sore
Sabtu : 9.00 pagi – 1.00 siang
Tutup di hari Minggu dan Hari Libur

Hubungi Kami Hari Ini
HUBUNGI KAMI
+65 6253 7111
WHATSAPP KAMI
+65 8838 7111